6 Penyebab Terjadinya Kolesterol Tinggi

6 Penyebab Terjadinya Kolesterol Tinggi

Kamis, 30 Maret 2023, Maret 30, 2023


 

Beritaindo.online - Kolesterol adalah zat lilin yang dibuat oleh tubuh yang juga ditemukan dalam makanan. Setelah makanan yang mengandung kolesterol masuk ke dalam tubuh, zat ini dibawa melalui darah yang kemudian melekat pada protein. Kombinasi protein dan kolesterol ini disebut lipoprotein. Ada berbagai jenis kolesterol, berdasarkan apa yang dibawa oleh lipoprotein, yaitu:

  • Low-density lipoprotein (LDL) yang lebih dikenal sebagai kolesterol "jahat". Kolesterol LDL umumnya menumpuk di dinding arteri, sehingga berisiko membuat arteri mengeras dan menyempit.
  • High-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol "baik". Mengapa baik? Sebab, kolesterol ini mengambil kelebihan kolesterol dan membawanya kembali ke hati.

Nah, penyakit kolerterol tinggi ditandai oleh kadar LDL tinggi dan kadar HDL yang rendah dari nilai normal. Tingginya kadar LDL menandakan bahwa banyak kolesterol yang mengendap di dinding arteri seseorang. Hal ini menyebabkan arteri menyempit yang bisa memicu berbagai masalah kesehatan, terutama jantung koroner. Lantas, apa yang memicu tingginya kadar kolesterol dalam darah? Baca selengkapnya di bawah ini.

Penyebab Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol tinggi bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti keturunan, diet, dan gaya hidup. Penyakit-penyakit mendasar yang memengaruhi hati, tiroid, ataupun ginjal juga bisa dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Biar kamu lebih memahaminya, berikut penjelasan seputar penyebab kolesterol tinggi

1. Faktor Keturunan

Ternyata, gen dapat memengaruhi bagaimana cara tubuh untuk mengurai kolesterol LDL di dalam tubuh kita. Penyakit kolesterol yang diturunkan dari garis keluarga disebut hiperkolesterol familial. Penyakit keturunan ini bisa sebabkan penyakit jantung dini.

2. Kelebihan Berat Badan

Orang yang memiliki kelebihan berat badan secara langsung berisiko meningkatkan kadar LDL dalam tubuh. Maka dari itu, pengidap obesitas dianjurkan untuk menurunkan berat badannya yang otomatis akan menurunkan LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL.

3. Usia dan Jenis Kelamin

Sebelum memasuki usia menopause, wanita biasanya memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah daripada pria yang berusia sama. Meski begitu, saat mencapai usia 60–65 tahun, kolesterol dalam darah cenderung naik pada pria maupun wanita. Namun biasanya, wanita yang mencapai usia 50 tahun memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi ketimbang pria dengan usia yang sama.

4. Stres

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres bisa meningkatkan kadar kolesterol darah dalam jangka panjang. Sebab, sebagian besar orang yang mengalami stres, ingin mengonsumsi makanan berlemak sebagai sarana menghibur diri. Padahal, lemak jenuh dan kolesterol dalam makanan berkontribusi pada tingginya kadar kolesterol dalam darah.

5. Kebiasaan Merokok

Sepertinya memang tidak ada manfaat kesehatan yang positif dari kebiasaan merokok. Sebab, kebiasaan ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan tak terkecuali kolesterol tinggi. Rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, sehingga membuat arteri lebih rentan untuk menumpuk lemak. Merokok bahkan dapat menurunkan kadar HDL yang bisa memperburuk kondisi penyakit hiperkolesterolemia atau tingginya kolesterol dalam darah.

6. Pola Makan yang Tidak Sehat

Sering mengonsumsi makanan yang tinggi kolesterol, yaitu bahan makanan hewani, seperti jeroan (otak, hati, ginjal, babat,dll), lemak dari daging, daging merah, dan kuning telur adalah penyebab utama kolesterol tinggi. Selain bahan makanan tersebut, daging dan susu full cream, kue kering, biskuit, keripik kemasan, dan popcorn juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat karena mengandung lemak jenuh.

Bagaimana Mencegah Kolesterol Tinggi?

Kunci utama mencegah kolesterol tinggi adalah mengurangi konsumsi makanan tinggi kolesterol dan lemak jenuh. Gambaran pola hidup yang sehat, seperti:

  • Berhenti merokok
  • Mengurangi konsumsi lemak jenuh
  • Rutin berolahraga
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal 

Kolesterol tinggi umumnya memicu penyakit kardiovaskular yang gejala utamanya adalah angin duduk. Kondisi nyeri dada atau ketidaknyamanan yang terjadi ketika otot jantung tidak cukup memiliki suplai darah yang kaya oksigen. Kalau kamu mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Lakukan pemeriksaan kolesterol terlebih dahulu yang kini bisa kamu lakukan dari rumah melalui layanan Halodoc Home Lab✔️ (tersedia di Jabodetabek dan Surabaya). Akses layanan kesehatan menjadi lebih mudah dan praktis bersama Halodoc.


Sumber : Halodoc


TerPopuler